PENGHARGAAN RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE

  • RSUD dr. H. Chasan Boesoirie telah mendapat Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan No : KARS- SERT / 667 / VI / 2012 sebagai pengakuan bahwa rumah sakit telah memenuhi standar pelayanan rumah sakit yang meliputi Administrasi dan manajemen, Pelayanan medis, pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Keperawatan, Rekam Medik dan dinyatakan LULUS TINGKAT DASAR pada Tanggal 29 Juni 2012 di Jakarta
  • RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate mendapat Penghargaan “INDONESIAN HOSPITAL MANAGEMENT AWARD 2012” sebagai Runner Up Kedua Kategori “HOSPITAL MDGs MANAGEMENT” dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada Tanggal 9 November 2012 di Jakarta.
  • RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie mendapat penghargaan sebagai RUMAH SAKIT SAYANG IBU DAN BAYI (RSSIB) TERBAIK TINGKAT PROVINSI dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dari Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Republik Indonesia Dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Pada Tanggal 18 Desember 2013 di Jakarta.
  • RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie mendapat penghargaan dari Gubernur Maluku Utara sebagai PENGELOLA TERBAIK RUMAH SAKIT SAYANG IBU DAN ANAK (RSSIA) TINGKAT PROVINSI MALUKU UTARA pada Tanggal 22 Desember 2013 di Sofifi.
  • RSUD dr. H. Chasan Boesoirie mendapat penghargaan dari PT. Bank Tabungan Negara (Persero) TBK Kantor Cabang Ternate sebagai KOLEKTOR TERBAIK DENGAN JUMLAH DEBITUR TERBANYAK Pada Tanggal 03 Juli 2015 di Ternate.
  • RSUD dr. H. Chasan Boesoirie telah mendapatkan sertifikat akreditasi rumah sakit dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan No : KARS- SERT /1013/I/ 2018 sebagai pengakuan bahwa rumah sakit telah memenuhi standar akreditasi rumah sakit dan dinyatakan LULUS TINGKAT MADYA Pada Tanggal 10 Januari 2018 di Jakarta.
  • RSUD dr. H. Chasan Boesoirie telah mendapatkan sertifikat akreditasi rumah sakit dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan No : KARS- SERT /304/II/ 2019 sebagai pengakuan bahwa rumah sakit telah memenuhi standar akreditasi rumah sakit dan dinyatakan LULUS TINGKAT PARIPURNA Pada Tanggal 04 Februari 2019 di Jakarta.


  • INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT TAHUN 2019

    1. INDIKATOR AREA KLINIK ( IAK )

    Asesmen Pasien

    1.1 Asesmen awal medik pasien rawat inap kurang dari 1x 24 jam setelah pasien masuk

             Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa indikator pada bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 belum mencapai target 100%.

    1.2 Waktu tunggu hasil pemeriksaan CBC < 30 menit

             Berdasarkan hasil survei “waktu tunggu hasil pemeriksaan CBC <30 menit” pada bulan Januari sampai dengan Agustus dan ditemukan tren peningkatan hasil yang sangat baik namun pada bulan Februari terjadi penurunan capaian hasil 95% karena reagen habis sehingga terjadi penurunan pemeriksaan, dari 98%.dari target yang diharapkan yakni 100%.

    1.3 Kejadian kegagalan pelayanan rontgen karena foto yang tidak dapat dibaca

             Berdasarkan hasil survei “Kejadian kegagalan pelayanan rontgen karena foto yang tidak dapat dibaca” sejakbulan Januari sampai dengan Agustus 2019 ditemukan data 1% dari target yang diharapkan yakni 0%.

    1.4 Pelayanan pasien operasi elektif, tertunda operasi < 1 jam dari yang dijadwalkan

             Berdasarkan hasil survei “Pelayanan pasien operasi elektif tertunda operasi < 1 jam dari yang dijadwalkan” sejak bulan Januari Sampai dengan Agustus 2019 terjadi tren Peningkatan ke arah target yang diharapkan yakni 100%.

    1.5 Ketepatan waktu pemberian injeksi antibiotik sesuai jadwal pada pasien rawat inap

             Berdasarkan hasil survei “Ketepatan waktu pemberian injeksi antibiotik sesuai jadwal pada pasien rawat inap” pada bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 terdapat adanya tren peningkatan ke arah target yang diharapkan yakni 100%, walaupun hasil pada bulan Agustus sudah mencapai target 100% di harapkan pada akhir tahun 2019 hasil bisa dicapai 100%.

    1.6 Tidak ada insiden kesalahan penulisan etiket pada obat pasien di instalasi farmasi

             Berdasarkan hasil survei “Tidak ada insiden kesalahan penulisan etiket pada obat pasien di instalasi farmasi” pada bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 ditemukan data adanya tren peningkatan pencapaian target yang diharapkan yakni 100%, di harapkan pada akhir tahun 2019 bisa mencapai hasil 100%.

    1.7 Pengkajian pra anestesi pada pasien yang akan dilakukan operasi elektif dilaksanakan 6-12 jam sebelum operasi

             Berdasarkan hasil survei “Pengkajian pra anestesi pada pasien yang akan dilakukan operasi elektif dilaksanakan 6-12 jam sebelum operasi” sejak dari bulan Januari sampai dengan Agustus terdapat adanya tren peningkatan kearah target yang diharapkan yakni 100%, walaupun belum mencapai target yang diharapkan.

    1.8 Angka reaksi transfusi darah di ruang rawat inap

             Berdasarkan hasil survei “Angka reaksi transfusi darah di ruang rawat inap” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus terjadi penurunan pencapaian kearah yang lebih baik namun pada bulan April sampai dengan Juni terjadi kenaikan dari target yang diharapkan yakni 0%.

    1.9 Kelengkapan pengembalian rekam medik 1x 24 jam

             Berdasarkan hasil survei “Kelengkapan pengembalian rekam medik 1x 24 jam” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus terdapat tren peningkatan yang cukup baik ke arah target yang diharapkan yakni 100%. Hasil survei pada bulan Agustus 87 %.

    1.10 Angka kejadian phlebitis

             Berdasarkan hasil survei “Angka Kejadian Phlebitis “ sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 terdapat adanya tren Peningkatan ke arah target yang diharapkan yakni 1,5%, walaupun belum mencapai target. Hasil survei pada bulan Mei 3,75% dan pada bulan Agustus 3,31%.

    1.11 Kelengkapan Informasi untuk mendapatkan persetujuan Pasien pada setiap penelitian Klinis

             Berdasarkan hasil Survei “Kelengkapan Informasi untuk mendapatkan persetujuan Pasien pada setiap penelitian Klinis” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 hanya terdapat satu penelitian pada tiap bulan.

    2. INDIKATOR AREA MANAJEMEN ( IAM )

    Sasaran Area Manajemen

    2.1 Tersedianya obat esensial dalam pelayanan diruang rawat

             Berdasarkan hasil survei “Tersedianya obat esensial dalam pelayanan diruang rawat” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 terjadi kenaikan walaupun masih sangat jauh dari target yang diharapkan yakni 100%.

    2.2 Laporan kejadian KTD Sentinel ke KPRS kurang dari 2 x 24 jam

             Berdasarkan hasil survei “Laporan kejadian KTD Sentinel ke KPRS kurang dari 2 x 24 jam” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 terjadi tren.

    2.3 Pengadaan bahan berbahaya dan beracun ( B3 ) yang dilengkapi MSDS ( Materyal Safety Data Sheet )

             Berdasarkan hasil survei “Pengadaan bahan berbahaya dan beracun ( B3 ) yang dilengkapi MSDS ( Materyal Safety Data Sheet )” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 terlihat adanya capaian sesuai target yang diharapkan yakni 100% dengan demikian di harapkan pada awal tahun 2020 di harapkan pencapaian tetap 100%.

    2.4 Pelatihan Karyawan minimal 20 jam/tahun

             Berdasarkan hasil survei “Pelatihan Karyawan minimal 20 jam/tahun” sejak tahun 2016, 2017 dan 2018 dari jumlah seluruh karyawan Rumah Sakit terlihat hasil capaian pada 3 Tahun tersebut ada peningkatan dari target yang diharapkan walaupun belum mencapai target yakni 100%.

    2.5 Tingkat kepuasan pasien rawat inap, unit gawat darurat, dan rawat jalan

    Kepuasaan Pasien dan Keluarga di IGD

    Kepuasaan Pasien dan keluarga di Rawat Jalan

    Kepuasaan Pasien dan Keluarga di Rawat Inap

             Berdasarkan hasil survei “Tingkat kepuasan pasien rawat inap, unit gawat darurat, dan rawat jalan” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 terlihat adanya tren peningkatan kepuasan pasien di rawat jalan dan rawat Inap, namun di IGD terjadi penurunan tingkat kepuasaan dari target yang diharapkan 100%.

    2.6 Harapan dan kepuasaan staf

             Berdasarkan hasil survei “Ketepatan kenaikan pangkat jabatan fungsional” pada bulan Januari sampai dengan bulan Agustus 2019 terjadi tren kenaikan kepuasan staf dan di harapkan bisa mencapai hasil pada awal tahun 2020.

    2.7 Trend 10 besar diagnosis terbanyak dan demografinya

    RAWAT JALAN

    RAWAT INAP

             Berdasarkan hasil survei “Trend 10 besar diagnosis terbanyak dan demografinya” dalam satu tahun 2019 di rawat jalan, hasil survei diagnosis OMA (otitis Media Akut) barada pada peringkat tertinggi yakni 29% dan diikuti dengan diagnosis ISPA 20,1%, Katarak 8,3%, Dyspepsia 10,2%, TB Paru 4,7%, Brochitis 7,3%, Pneumonia 4,7%, Diare 2,7%, DM 3,8% dan Hypertensi 2,1%. Pada Rawat Inap trend penyakit yang berada pada peringkat tertinggi yaitu : Dypepsia 24,9%, Pneumonia 12,3%, CKD 9%, Diare 20,1%, ISPA 5,2%, TB Paru 8,7%, Infark Cerebral 2,9%, DM 4,9% dan penyakit sistem kemih 3,7% .

    2.8 Kecepatan waktu pemberian informasi tagihan pasien rawat inap < 2 jam

             Berdasarkan hasil survei “Kecepatan waktu pemberian informasi tagihan pasien rawat inap< 2 jam” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 terlihat adanya peningkatan capaian target yang diharapkan yakni 100%. Hasil survei bulan Januari 99%, September sampai dengan Agustus mencapai 100%.

    2.9 Ketaatan karyawan menggunakan Alat Pelindung Diri pada saat menolong partus di kamar bersalin

             Berdasarkan hasil survei “Ketaatan karyawan menggunakan Alat Pelindung Diri pada saat menolong partus di kamar bersalin” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 terlihat adanya capaian yang cukup baik dan mengalami perubahan kearah target yang diharapkan yakni 100%. Hasil survei bulan Januari 98% dan Agustus 100%.

    3. INDIKATOR AREA SASARAN KESELAMATAN PASIEN (IASKP)

    3.1 Kepatuhan pemasangan gelang indentifikasi pasien

             Berdasarkan hasil survei “Kepatuhan pemasangan gelang indentifikasi pasien” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 adanya tren peningkatan capaian ke arah yang diharapkan yakni 100%.

    3.2 Verifikasi ketepatan prosedur TBak saat menerima intruksi verbal melalui telepon

             Berdasarkan hasil survei “Verifikasi ketepatan prosedur TBak saat menerima intruksi verbal melalui telepon” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 terjadi penurunan pencapaian dari target yang diharapkan yaitu 100%.

    3.3 Obat-obat High Alert Elektrolit pekat di ruang IGD

             Berdasarkan hasil survei “Obat-obat High Alert Elektrolit pekat di ruang IGD” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus sedah mencapai target 100%.

    3.4 Kelengkapan pengisian format Chek list keselamatan pasien Operasi

             Berdasarkan hasil survei “Kelengkapan pengisian format Chek list keselamatan pasien Operasi” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 telah mencapai target yang diharapkan yakni 100%.

    3.5 Kepatuhan Hand Higiene ( cuci tangan ) untuk petugas

             Berdasarkan hasil survei “Kepatuhan Hand Higiene ( cuci tangan ) untuk petugas” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus 2019 terlihat belum adanya kepatuhan dalam mencuci tangan baik itu tenaga Dokter, Perawat maupun tenaga kesehatan lainnya kearah capaian yang di harapkan yaitu 100%.

    3.6 Insiden pasien jatuh selama perawatan rawat inap di rumah sakit

             Berdasarkan hasil survei “Insiden pasien jatuh selama perawatan rawat inap di rumah sakit” sejak bulan Januari sampai dengan Agustus terdapat 3 (satu) pasien jatuh pada bulan Februari, Maret dan April.

    RENCANA TINDAK LANJUT

    Rencana tindak lanjut dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien RSUD Dr. H.Chasan Boesoirie Ternate adalah :

    1. Setelah ada hasil survei Komite Mutu melaksanakan rapat evaluasi bersama direktur dan staf Medik serta unit terkait

    2. Menyampaikan hasil survei Indikator Mutu oleh Komite Mutu

    3. Komite Mutu Melakukan evaluasi Indikator Mutu setiap 3 bulan

    4. Melakukan koordinasi dengan KPRS untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan Indikator Mutu

    5. Komite mutu berkoordinasi dengan bagian Diklat untuk selalu mendata karyawan Rumah sakit yang melakukan penelitian klinis pada pasien

    6. Komite Mutu melakukan koordinasi dengan bagian Diklat RS untuk melaksanakan pelatihan karyawan mengenai PPI, Pasien Safety, K3 dan BLS